MENCINTAI DAN DICINTAI BERDASARKAN KONSEP BIBLIKA

Kajian - kitabterbuka, Setiap manusia memiliki kerinduan untuk mencintai dan dicintai. Alkitab tidak hanya berbicara tentang cinta sebagai perasaan, tetapi sebagai sikap hati, komitmen, dan tindakan nyata yang berakar pada karakter Allah sendiri.

“Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.”
(1 Yohanes 4:19)

1. Allah adalah Sumber Kasih

Kasih sejati berawal dari Allah, bukan dari manusia.

“Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.”
(1 Yohanes 4:8)

Kasih bukan hanya sesuatu yang Allah miliki, tetapi siapa Allah itu

Tanpa mengenal Allah, manusia tidak dapat mengasihi dengan benar

Semua bentuk kasih yang sejati harus mencerminkan kasih Allah

2. Makna Mencintai Menurut Alkitab

Alkitab menggambarkan kasih sebagai tindakan yang rela berkorban.

“Kasih itu sabar; kasih itu murah hati… kasih tidak mencari keuntungan diri sendiri.”
(1 Korintus 13:4–5)

Mengutamakan kepentingan orang lain, setia, meski tidak selalu mudah, mengasihi bukan karena pantas, tetapi karena memilih untuk mengasihi

Yesus menjadi teladan utama: “Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.”
(Yohanes 15:13)

3. Makna Dicintai Menurut Alkitab

Dicintai menurut Alkitab bukan sekadar diterima, tetapi dipulihkan dan diubahkan.

“Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.”
(Roma 5:8)

Makna dicintai oleh Allah:

*. Diterima apa adanya, tetapi tidak dibiarkan apa adanya

*. Kasih Allah memberi identitas, nilai, dan tujuan hidup

*. Dicintai Allah mendahului usaha manusia untuk menjadi baik

4. Keseimbangan antara Mencintai dan Dicintai

Alkitab mengajarkan keseimbangan antara menerima kasih dan memberi kasih.

“Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
(Matius 22:39)

Artinya, Kita perlu belajar menerima kasih Allah terlebih dahulu. Orang yang memahami bahwa dirinya dicintai Allah akan lebih mampu mengasihi orang lain. Kasih yang sehat tidak egois dan tidak memanipulasi

5. Kasih dalam Relasi Sehari-hari

Kasih dalam teori biblika harus nyata dalam kehidupan praktis:

a. Dalam keluarga

“Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat.” (Efesus 5:25)

b. Dalam persahabatan

“Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu.” (Amsal 17:17)

c. Dalam perbedaan dan konflik

“Kasih menutupi banyak sekali dosa.” (1 Petrus 4:8)

6. Tantangan Mengasihi Secara Biblika

*. Ego dan keinginan diri sendiri

*. Luka batin dan pengampunan yang belum tuntas

*. Konsep kasih duniawi yang berpusat pada perasaan semata

Solusinya:

“Hendaklah kamu hidup di dalam kasih, sama seperti Kristus telah mengasihi kamu.” (Efesus 5:2)

Konklusi

*. Allah adalah sumber kasih sejati

*. Mencintai adalah tindakan yang berakar pada kebenaran

*. Dicintai oleh Allah memberi identitas dan pemulihan

*. Kasih biblika mengubah cara kita berelasi dengan Tuhan dan sesama

“Dan sekarang tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.” (1 Korintus 13:13)