Kajian - kitabterbuka, Gagasan yang sepenuhnya salah dalam memahami sifat Tuhan adalah narasi bahwa Neraka diciptakan karena Tuhan marah dan memutuskan untuk berhenti mengasihi umat manusia. Neraka diciptakan untuk Iblis dan sekutunya, itu adalah kerajaan mereka dan tempat tinggal abadi mereka.
Neraka tidak pernah dirancang untuk manusia. Sejak awal, keinginan Tuhan adalah agar umat manusia hidup bersama-Nya, memerintah bersama-Nya, dan menikmati hubungan yang dalam dan penuh kasih dengan-Nya.
Ketika Tuhan menciptakan Adam, Dia memberinya kekuasaan, otoritas, dan keintiman dengan diri-Nya. Adam berjalan bersama Tuhan tanpa rasa takut, malu, atau khawatir. Tetapi ketika Adam memberontak dan memilih ketidaktaatan, dosa mulai merasuk. Melalui satu tindakan itu, umat manusia kehilangan kekuasaan yang pernah dimiliki dan hubungan yang pernah dinikmati bersama Tuhan.
SEBAB ALLAH ITU KUDUS
Lebih dari itu, dosa menjadi sifat manusia. Manusia bukan lagi hanya orang yang berdosa; tetapi menjadi pribadi dengan sifat berdosa. Dan sifat itu tidak lagi selaras dengan Tuhan, melainkan selaras dengan Iblis.
Sifat kudus Tuhan termasuk dalam Kerajaan Allah. Sifat jahat Setan termasuk dalam kerajaan kegelapan. Ketika dosa menjadi sifat manusia, manusia terhubung dengan kerajaan yang tidak dapat hidup berdampingan dengan kerajaan Allah. Neraka bukan sekadar tempat hukuman, tetapi kerajaan yang sesuai dengan sifat Iblis. Dan karena Allah itu kudus, tidak ada dosa yang dapat tinggal di hadirat-Nya. Ini bukan karena Allah itu kejam, tetapi karena kekudusan dan kerusakan tidak dapat bercampur.
Alih-alih meninggalkan umat manusia, Allah menyediakan jalan penyelamatan. Dia tidak menurunkan standar kekudusan-Nya, dan Dia tidak menghancurkan umat manusia. Sebaliknya, Dia merancang rencana pemulihan sepenuhnya. Rencana itu bukanlah agama, aturan, atau usaha manusia. Rencana itu adalah penebusan, Allah sendiri memilih untuk masuk ke dalam bentuk ciptaan-Nya sendiri. Dia mengambil wujud manusia dalam pribadi Yesus Kristus. Yesus menjalani hidup yang tidak dapat dijalani manusia yaitu bebas dari dosa.
KARYA PENGUDUSAN DALAM PENEBUSAN
Keselamatan bukan hanya tentang menghindari neraka, tetapi tentang menerima kodrat baru yang dapat tinggal di kerajaan Allah. Inilah sebabnya mengapa Injil bukan hanya pesan pengampunan, tetapi pesan transformasi.
Di kayu salib, Yesus menanggung dosa kita, sifat jahat kita, dan penghakiman yang menyertainya. Sebagai gantinya, Ia menawarkan kepada kita kodrat-Nya sendiri, kebenaran-Nya, hidup-Nya, dan hubungan-Nya dengan Bapa.
Kasih Allah dengan jelas dinyatakan dalam rencana ini. Tidak ada Allah yang penuh kasih yang akan melakukan hal sejauh itu jika Ia tidak sangat menginginkan umat manusia. Allah tidak mengirim malaikat, Ia datang sendiri. Ia tidak menuntut kita untuk naik kepada-Nya, Ia turun kepada kita. Itulah kasih dalam bentuknya yang paling murni.
KEHENDAK BEBAS MANUSIA UNTUK MENERIMA ATAU MENOLAK
Sekarang, tanggapan yang Allah minta sederhana: percaya. Percaya kepada Yesus berarti mempercayai apa yang telah Ia lakukan. Keselamatan adalah anugerah, bukan imbalan. Tetapi Allah tidak pernah memaksa siapa pun untuk menerima ini. Ia menghormati kebebasan manusia karena kasih yang dipaksakan bukanlah kasih sama sekali.
Ketika seseorang menolak Yesus, Allah tidak menolak mereka. Mereka menolak tawaran Allah untuk menjadi bagian dari kerajaan-Nya. Hanya ada dua kerajaan, tidak ada jalan tengah. Ada Kerajaan Allah, tempat terang, hidup, dan kebenaran bersemayam, dan ada kerajaan kegelapan, tempat Iblis berkuasa. Menolak tawaran Allah berarti memilih terpisah dari-Nya, bahkan jika pilihan itu dibuat tanpa sadar.
Allah menghormati pilihan manusia. Jika seseorang bersikeras untuk hidup terpisah dari-Nya, Dia membiarkan keputusan itu tetap berlaku. Neraka, dalam pengertian ini, bukanlah Allah yang menjauhkan orang, melainkan Allah yang membiarkan orang tetap berada di tempat yang telah mereka pilih. Namun bahkan dalam hal ini, kasih Allah tidak berubah. Kasih-Nya stabil, setia, dan tak berkesudahan. Allah tidak pernah berhenti mengasihi siapa pun.
Pemisahan dari Allah bukanlah ketiadaan kasih-Nya, melainkan akibat dari penolakan terhadap kehadiran-Nya. Penghakiman Allah tidak berakar pada kebencian, tetapi pada keadilan dan penghormatan terhadap kebebasan manusia.
KONKLUSI
Salib berdiri sebagai bukti kekal bahwa Allah melakukan segala yang mungkin untuk membawa umat manusia kembali kepada-Nya tanpa melanggar kekudusan-Nya sendiri atau kehendak bebas manusia.
Pada akhirnya, neraka bukam ada karena Allah berhenti mengasihi kita. Neraka ada karena Allah itu kudus, karena Setan memberontak. Pintu menuju kerajaan Allah tetap terbuka melalui Yesus Kristus. Siapa pun yang percaya menerima hidup baru, sifat baru, dan persekutuan kekal dengan Allah. Dan undangan ini adalah demonstrasi terbesar dari kasih Allah yang tak berubah kepada umat manusia.