Ilustrasi Sederhana Tentang Kasih Karunia (Efesus 2:1-10)

Kajian - kitabterbuka, Bayangkan hidup seperti dua sisi tepi jurang. Di satu sisi ada kita (manusia dengan banyak salah dan luka). Di sisi lain ada Allah (penuh kasih dan kebenaran). Dulu ada jembatan, tapi karena dosa, jembatan itu runtuh.

Kita telah mencoba berbagai cara: jadi lebih baik, lebih rajin, lebih rohani. Tapi tetap tidak bisa menyeberang.

Lalu Yesus datang, Dia tidak hanya berkata, “Ini jalannya.” tapi Dia menjadi jalan itu. Yesus turun ke jurang itu menjadi jembatan penghantar, menanggung beban yang seharusnya kita pikul,
supaya kita bisa kembali kepada Allah.

Yesus bukan datang untuk orang sempurna, tapi untuk orang yang sadar, “Aku butuh pertolongan.”

Dan sampai hari ini, siapa pun yang mau melangkah kepada-Nya,
tidak ditolak. Mari kita pahami tentang Yesus dalam ilustrasi sederhana berikut ini.

#. Yesus, Dokter Yang Masuk Ke Ruang Pasien Paling Parah.

Ada rumah sakit penuh pasien.
Sebagian masih bisa berdiri, sebagian sudah tak berdaya.

Yesus datang bukan ke ruang VIP,
tapi ke ruang paling gelap,
tempat pasien yang tak sanggup menolong dirinya sendiri.

Dia tidak berkata, “Bersihkan dirimu dulu, baru aku bantu.” Tapi Dia berkata, “Aku di sini. Aku yang menanggung sakitmu.”

Yesus datang bukan untuk orang yang merasa sudah baik, tapi untuk yang sadar butuh disembuhkan.

#. Yesus, Pelita Di Malam Gelap

Bayangkan kamu berjalan di malam hari tanpa lampu. Semua terlihat samar, kamu takut salah langkah.

Yesus bukan seperti peta yang rumit, tapi seperti lampu kecil yang cukup menerangi langkah berikutnya.

Kamu belum tahu seluruh jalan,
tapi selama mengikuti terang itu,
kamu tidak berjalan sendirian.

Yesus memberi arah hidup, bukan dengan paksaan, tapi dengan terang yang menuntun.

#. Yesus, Kasih Yang Memulihkan

Ada seorang anak yang pergi dari rumah ayahnya. Ia menghabiskan segalanya dan gagal total. Saat pulang, ia sudah siap dimarahi.

Tapi sang ayah tidak bertanya,
“Kenapa kamu sebodoh itu?”
Ia berlari, memeluk, dan berkata,
“Kamu pulang. Itu sudah cukup.”

Yesus seperti pelukan ayah itu.
Ia tidak menghapus masa lalu,
tapi memberi masa depan.

Yesus adalah kasih yang menyambut, bukan hakim yang menunggu kesalahan.

Yesus bukan sekadar ajaran, tapi jalan pulang.

Kasih Yesus bukan menunggu kita layak, tapi membuat kita dipulihkan.

Keselamatan bukan soal usaha, tapi soal percaya.